Indonesia Community Learning Center

Strategi PT KIPTI pada Pemberdayaan Kelompok Tani dan UKM Binaan Secara Nasional

Minggu, 21 Maret 2010

Oleh: Harsisto, Ir.M.Eng.APU. (Konsultan Utama) PT Kipti


PENDAHULUAN.

PT. KIPTI ( PT. KARYA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI INDONESIA) yang terbentuk pada bulan Maret 2004 dan mulai aktif pada bulan Mei 2004, mempunyai VISI - MISI dan TUJUAN utama untuk mensejahterakan umat manusia khususnya rakyat Indonesia. PT KIPTI mempunyai bidang usaha utama Perindustrian, Perdagangan, Jasa Iptek dan Pendidikan-pelatihan.

Pada program kegiatan untuk mewujudkan visi-misi dan tujuannya, PT.KIPTI membagi programnya menjadi program jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu focus aktivitas utama dari program PT. KIPTI adalah memberdayakan kelompok tani dan Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan secara nasional.

Program pemberdayaan kelompok tani dan UKM binaan tersebut, diutamakan karena hingga dewasa ini, keterpurukan bangsa dan negara Indonesia khususnya disektor ekonomi dan teknologi semakin hari semakin memprihatinkan. Mayoritas penduduk Indonesia yang mempunyai profesi sebagai petani yang di dalamnya termasuk nelayan dan peternak yang berjumlah sekitar 60%.

Pada umumnya para petani, hidup dibawah kendali para pedangan, pengijon dan rentenir. Pihak Bulog atau Dolog sendiri, pada musim panen raya (khususnya di musim pengujan) tidak mampu menampung produk padi para petani. Harga gabah jatuh dari harga dasar Rp 1500/kg menjadi kisaran harga Rp 800/kg, karena sistem pengeringan matahari tidak memadai. Sementara harga sarana penunjang seperti pupuk, obat-obatan dan bibit tanaman stabil terkendali.

Produk pertanian Indonesia semakin terpuruk dengan terbukanya perdagangan bebas, adanya penyelundupan beras dan gula dari luar negeri dan sebagainya. Sebagai contoh membajirnya udang, beras dan gula luar negeri di Supermarket, pasar pasar swalayan dan sebagainya. Demikian juga dengan kondisi UKM kita, semakin hari semakin banyak yang bertumbangan. Contoh contoh yang mudah dibuktikan, UKM tahu tempe, UKM Pengecoran Logam, UKM Pengrajin perak, KUD-KUD dan lain sebagainya yang semula berjumlah banyak bagaikan jamur di musim pengujan, kini banyak yang rontok bagaikan jamur dimusim kemarau.

Keterpurukan Petani dan UKM-UKM tersebut karena teknologi dalam negeri yang ada kurang mendukung, ketersediaan bahan baku dalam negeri yang kurang berkualitas, menejemen yang tidak profesional, pasar yang kurang menghargai produk dalam negeri. Pihak perbankan yang tidak memihak pada kelompok tani, UKM, justru pihak perbankan lebih senang bekerjasama dengan pedagang yang mengatur nasib kaum petani dengan mengatur harga secara sepihak.

Kendala-kendala tersebut bisa timbul karena kestabilan kualitas maupun kestabilan kuantitas produk kelompok tani dan UKM yang tidak konsisten, tidak adanya standarisasi produk yang menjadi pegangan dan lain sebagainya. Di pihak lain, para peneliti, para pakar dan sarana/prasarana di lembaga riset/Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia kurang efektif dan kurang efisien untuk menjawab tantangan atau untuk menyelesaikan permasalahan para Petani dan UKM-UKM tersebut diatas.

Para lulusan perguruan tinggi strata satu dari bidang keteknikanyang terakumulasi dari tahun 1999 hingga sekarang dapat diperkirakan ada sekitar 40.000 sarjana yang tidak terserap di sektor lapangan kerja yang ada. Walaupun demikian, mereka pada umumnya enggan atau kurang berminat menekuni bidang usaha pertanian. Sudah sejak lama pemerintah mencanangkan program teknologi tepat guna, tapi hingga saat ini teknologi hasil putra Indonesia amat sangat sedikit yang terpakai di masyarakat. Produk-produk teknologi tepat guna hasil karya putra-putri Indonesia yang dibuat berdasarkan PROYEK, banyak yang ditak terpakai dan menjadi monument nasional.

Apalagi dengan dibukanya era otonomi daerah, banyak daerah-daerah yang mengalami kesulitan dalam mengelola potensi daerahnya, karena keterbatasan teknologi dan sumber daya manusianya (SDM).

Dengan adanya masalah-masalah tersebut, dengan kemampuan yang sangat terbatas PT KIPTI mencoba membentuk embrio perjuangan untuk ikut serta menjawab dan memecahkan permasalahan tersebut diatas dengan menerapkan teknologi tepat guna, pembinaan menejemen dan lain sebagainya yang diterapkan pada kelompok tani dan UKM binaan.

Agar langkah gerak PT.KIPTI ini efektif dan efisien, maka dalam menjalankan tugasnya yang digariskan adalah menjalin kerjasama yang mutualistis dengan lembaga riset (LIPI, BPPT, BATAN, Balai Besar Mekanisasi Pertanian dsb), Perguruan Tinggi ( UI, ITB, IPB, UGM, Trisakti dsb), Industri-industri (PT. Krakatau Steel Group, PT. Pusri dsb), Perbankan (BPRS, BRI dsb) dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat yang terkait.

Pada garis besar programnya, PT.KIPTI menugaskan diri untuk menyembatani potensi Petani, UKM-UKM, KUD-KUD yang mempunyai potensi Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia tapi tak punya dana bisa bermitra usaha dengan pihak Perbankan atau pihak industri-industri mapan yang mempunyai sumber dana agar mereka bersinergi dalam membangun nusa dan bangsa Indonesia.

BIDANG USAHA PT. KIPTI.

Bidang usaha PT. KIPTI meliputi 3 ( tiga ) bidang, yaitu :

1. Bidang Perindustrian.
Memproduksi alat-alat dan mesin Teknologi tepat guna yang dihasilkan mitra usaha, terutama hasil paten sendiri, yang diantaranya :
 Mesin pengering Multiguna sistem kontinu.
 Mesin / alat penanam jagung dan kacang-kacangan.
 Mesin pengering obat-obatan produk pertanian.
 Mesin pengering Casava, kopra putih.
 Pompa air.
 Mesin Pengupas kacang tanah , dll

2. Bidang Perdagangan.
 Memperdagangkan hasil-hasil industri PT. KIPTI dan mitra usaha.
 Membantu memasarkan produk-produk pertanian, nelayan dan peternakan.

3. Bidang Jasa Iptek dan Diklat.
 Jasa konsultasi dan penelitian Iptek.
 Jasa perawatan dan perbaikan sarana industri dan transportasi.
 Jasa pengendalian korosi.
 Jasa rancang bangun fasilitas laboratorium dan industri.
 Jasa studi kelayakan.
 Jasa studi Amdal.
 Diklat untuk karyawan di Industri
 Diklat Lulusan S1 yang belum bekerja.

Dalam hal program pemberdayaan kelompok tani dan UKM, PT.KIPTI mempunyai potensi ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna dan jaringan pakar di lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri dan instansi pemerintah yang terkait. Dengan adanya potensi tersebut, PT.KIPTI akan menindaklanjuti program-program, hasil hasil penelitian atau temuan-temuan Lembaga Litbang/Perguruan Tinggi yang terkait dengan sektor pertanian dan UKM sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari secara nyata. Hal ini perlu diwujudkan oleh PT.KIPTI, karena Litbang dan Perguruan Tinggi tidak dibenarkan memproduksi dan memasarkan sendiri secara masal produk-produk penelitiannya.

1 komentar:

Wazir Nuri YG4SAP 6 September 2013 pukul 19.04  

Info yang sangat penting, walaupun agak terlambat dapatnya. Terima kasih semoga bermanfaat buat kita semua.

Posting Komentar

Post

Link Teman

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP